>SALEH ITU PANTAS

>Oleh: Ahmad Tohari

Suatu hari dulu, Paman bertanya kepada saya dengan wajah serius. “Mengapa dari lima anakmu hanya satu yang kamu masukkan ke sekolah agama? Apakah kamu tidak ingin yang empat menjadi anak saleh?” Pertanyaan itu membuat saya agak tergagap. Apalagi mata Paman terus menatap saya seakan menuntut agar saya segera memberinya jawaban.

Mungkin karena daya kejutnya. Atau karena sebenarnya saya sama dengan kebanyakan orangtua yang jelas ingin semua anak saya menjadi manusia yang saleh dan shalihah. Jadi pertanyaan Paman adalah sesuatu yang tak terduga.

“Paman, setiap orang ingin punya anak-anak yang saleh dan shalihah. Saya juga demikian,” jawab saya. “Kalau begitu mengapa empat anakmu kamu masukkan ke sekolah umum? Bagaimana mereka bisa menjadi anak saleh?”

Pertanyaan lanjutan ini pun membuat saya tergagap. Tapi sekaligus memperjelas situasi yang sedang saya hadapi. Rupanya Paman berangkat dari dasar pemikiran bahwa kesalehan hanya berkaitan dengan perilaku keagamaan. Agaknya, menurut Paman, orang saleh adalah orang yang rajin dan taat menjalankan ritus-ritus keagamaan. Dan watak itu hanya bisa dibangun melalui pendidikan agama yang formal.

“Paman, saya akan memberi pendidikan agama kepada mereka di rumah. Juga dengan bimbingan berperilaku serta bacaan-bacaan. Doakan saja agar anak-anak saya kelak bisa memenuhi harapan Paman.” Paman tidak bertanya lagi. Tapi saya tahu dia kurang puas. Wajahnya mengatakan demikian. Bahkan akhirnya saya menyadari bahwa Paman tidak sendiri.

Masyarakat umumnya memahami kesalehan hanya berkaitan dengan ketaatan kepada ritus. Dalam istilah KH Mustofa Bisri, inilah kesalehan atau kepantasan ritual yang selalu diutamakan dalam pengamalan agama namun kurang diimbangi dengan kesalehan lain yakni kesalehan sosial.

Dalam suatu kesempatan, KH Mustofa Bisri duduk menjadi panelis bersama Drs Kholik Arief MSi yang kini menjabat sebagai bupati Wonosobo. Jateng. Kiai seniman bertemu santri intelektual yang birokrat. Tapi juga bisa dikatakan, Gus Mus adalah guru bagi Arief. Apalagi yang terakhir ini adalah anak seorang kiai. Dan entah bagaimana mulanya pembicaraan mereka merambah ke masalah tadi: Kesalehan.

“Dalam bahasa Arab, saleh berarti pantas,” ujar Gus Mus. “Jadi kalau Mas Arief melakukan shalat Duha pada saat dia harus melakukan tugasnya sebagai bupati, itu tidak pantas. Itu tidak saleh!”

Mendengar penjelasan Gus Mus, banyak orang menegakkan kepala. Saya ikut terpana karena merasa mendapat sesuatu di luar kerangka berpikir yang lazim. Saya sebut demikian karena kita terbiasa berpikir, seorang bupati yang rajin melakukan shalat Duha, tak peduli pada jam kerja yang sibuk, adalah bupati yang saleh.

Mungkin kita juga tidak akan berbuat apa-apa bila ada dokter misalnya, meninggalkan pasien untuk mendengarkan ceramah keagamaan karena kita menganggap dokter tersebut sedang menjalankan kesalehan. Namun, dengan penjelasan Gus Mus itu kita diingatkan bahwa saleh berarti pantas.

Kesalehan adalah kepantasan, kepatutan. Jadi pelayan publik seperti bupati atau dokter yang saleh adalah mereka yang selalu memberi pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat dalam bidang yang menjadi tugas mereka.

Dan kesalehan dalam keagamaan? Jawabnya ada pada riwayat ketika Kanjeng Nabi menegur seorang pemuda yang menghabiskan waktu terlalu lama di siang hari untuk berdzikir di masjid. Pastilah Kanjeng Nabi tidak akan menegur apabila beliau menilai yang dilakukan oleh pemuda itu termasuk salah satu kesalehan beragama. Jadi dalam melakukan ibadah pun saleh berarti pantas, sepantasnya, sepatutnya.

Kembali ke pertanyaan Paman. Saya tidak tahu apakah Paman ingin anak-anak saya menjadi anak ”saleh” seperti pemuda yang ditegur oleh Kanjeng Nabi itu. Mudah-mudahan tidak. Tapi saya yakin Paman lebih suka kelima anak saya masuk pondok atau menempuh pendidikan agama sampai ke perguruan tinggi untuk mencapai kesalehan.

Sepertinya Paman tidak akan menganggap empat anak saya termasuk saleh meskipun nanti mereka menjadi sarjana-sarjana ilmu umum yang berlaku pantas dalam menjalankan profesinya, serta mau berdoa untuk kedua orangtua. Ah, Paman; meski begitu semoga Paman sekarang berada dalam rahmat Allah di alam kubur. Amin.

Arsip: http://muhammad-abid.blogspot.com/2008/09/saleh-itu-pantas.html

Posted in Kisah Anak SMP | 3 Comments

>KISAH KAISAR DAN BENIH

>KISAH KAISAR DAN BENIH

Ada seorang kaisar di Cina. Ia sudah tua dan merasa sudah waktunya untuk memilih seorang pengganti. Namun ia tidak langsung memilih dari anak-anaknya atau pembantunya tetapi menempuh cara yang berbeda. Ia memanggil semua orang muda di negeri itu. Ia berkata, “Sudah saatnya saya turun tahta dan memilih kaisar baru. Saya memutuskan untuk memilih salah satu dari kalian.”

Kaisar itu melanjutkan, “Saya akan memberikan pada kalian masing-masing satu benih tanaman. Ini satu benih yang khusus. Pulanglah dan tanamlah benih itu dan peliharalah. Kembalilah setahun lagi dan tunjukkan hasil pekerjaan kalian. Dari tanaman yang kamu bawa saya akan memilih kaisar berikutnya.”

Ada seseorang bernama Ling yang juga ada di situ. Seperti lainnya ia membawa pulang sebuah benih. Ia pulang ke rumah dan menceritakan semuanya kepada ibunya. Ibunya membantunya menyiapkan sebuah pot tanaman dan tanah yang subur, dan Ling pun menanam benihnya dan menyiraminya setiap hari. Setiap hari Ling memeriksa apakah benihnya telah tumbuh.

Setelah tiga minggu, anak-anak muda di situ mulai membicarakan tanamannya yang sudah mulai tumbuh. Namun benih Ling tak pernah tumbuh. Tiga minggu, empat minggu, lima minggu berlalu. Tetap tak ada hasil apa-apa.

Setahun akhirnya berlalu dan anak-anak muda itu kembali berkumpul di istana kaisar. Mereka membawa tanaman mereka yang telah tumbuh dengan bunga yang indah-indah. Ling menaruh potnya yang kosong di lantai dan orang-orang menertawakannya.

Kaisar pun masuk dan memeriksa tanaman-tanaman itu. Ling bersembunyi di belakang. Kaisar berkata, “Sungguh tanaman yang indah. Hari ini saya akan memilih salah seorang di antara kalian sebagai kaisar!”

Tiba-tiba kaisar melihat Ling yang sedang bersembunyi di belakang dengan potnya yang kosong. Kaisar memanggilnya untuk maju ke depan. Ling sangat ketakutan. “Kaisar telah tahu saya gagal! Mungkin ia akan menghukum saya!” pikirnya.

Ketika Ling sudah di depan, kaisar bertanya siapa namanya. “Nama saya Ling”, jawabnya. Anak-anak muda lainnya tertawa dan mengolok-oloknya. Kaisar berseru agar mereka tenang lalu ia mengumumkan “Anda telah memiliki kaisar baru, namanya Ling!”

Semua orang tak mempercayainya. Ling tak berhasil menumbuhkan benihnya, bagaimana ia terpilih menjadi kaisar baru?

Kemudian kaisar berkata, “Setahun yang lalu, saya telah memberi pada kalian, masing-masing sebuah benih. Saya perintahkan pada kalian untuk menanam benih itu dan memeliharanya. Tetapi yang kuberikan pada kalian adalah benih yang telah dididihkan dan tidak mungkin tumbuh. Kalian semua, kecuali Ling, membawa tanaman yang telah berbunga. Ketika kalian mendapati benih kalian tidak tumbuh, kalian lalu menggantinya dengan benih lain. Ling satu-satunya yang dengan berani dan jujur membawa pot dengan benih yang saya berikan. Maka ia pantas menjadi kaisar baru!”

Sumber: Dr. Sudarmono, (2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi

Idea Press, Yogyakarta. Hal. 159-161. ISBN 978-6028-686-402.

***

SELUSIN PERTANYAAN

1.Mengapa kisah di atas dibuat terlalu sederhana?

2.Haruskah Ling bersedia menjadi kaisar baru ataukah ia berhak memiliki pilihan lain?

3.Tidakkah akan lebih mudah baginya menjadi rakyat jelata di negeri lain ketimbang harus menjadi kaisar dan berusaha menyembuhkan masyarakat yang sakit parah itu?

4.Jika Ling punya pilihan, mana yang harus dipilih? Yang lebih mudah ataukah yang maha berat tanggung jawabnya?

5.Jika Ling menolak menjadi kaisar, sanggupkah masyarakat yang sakit parah itu menyembuhkan diri mereka sendiri tanpa bantuan Ling?

6.Siapa yang salah sehingga masyarakat Ling menderita sakit separah itu? Masyarakat, kaisar sendiri, ataukah keduanya?

7.Jika kemudian Ling bersedia menjadi kaisar tetapi gagal menjadi pemimpin yang sehat dan menyehatkan, siapa lagi yang akan disalahkan? Ling, masyarakat, ataukah kaisar sebelumnya?

8.Akankah Ling mendapat penghormatan dari masyarakat yang sejak awal telah meremehkannya?

9.Jika kondisi semakin parah, apakah masyarakat akan mengenang kembali masa-masa stabil selama kepemimpinan kaisar sebelumnya tanpa pernah menyadari (mengakui?) bahwa mereka sendiri turut berperan (sangat?) aktif dalam memperparah penyakit akut itu?

10.Jika wabah dalam masyarakat itu justru ditularkan oleh kaisar kepada masyarakatnya, pantaskah ia dan keluarganya seenaknya mencuci tangan dan menyerahkan semua tanggung jawab untuk menyembuhkan masyarakat ke pundak Ling? Sementara ia sendiri hanya dikenang sebagai pahlawan berjasa yang dosa-dosanya telah ditebus oleh jasa-jasanya?

11.Adakah kita dalam kisah di atas? Jika ada, siapa? Kaisar, Ling, ataukah masyarakat yang sakit itu?

12.Haruskah setiap penulis selalu memberi jawaban sehingga (kadang/sering) terlalu sok tahu, serta tak boleh ikut bingung dan bertanya?

Arsip: http://politik.kompasiana.com/2011/02/07/sebuah-kisah-selusin-pertanyaan/

Posted in Kaisar, Kisah Anak SMP | 6 Comments

>Sejuta Fadhilah Shalawat – Kalam Habib Ahmad Bin Zein Al-Habsyi

>

Al-Mushtafa SAW. Sebingkai mozaik nan indah. Kontruksi cita rasa Sang Kuasa yang sempurna. Cahaya yang bertahta megah di atas cahaya-cahaya. Makhluk terindah, termulia, tersantun, yang tiada duanya.

“Dialah yang di langit dikenal sebagai Ahmad, sedang di bumi dikenal sebagai Muhammad.” begitulah Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi melukiskan sosok Rasulullah SAW dalam kata-kata. “Dialah penguasa maqam mahmud. Bendera puja dan puji tegak dalam genggamannya.”

“Tidaklah ia dikenal sebagai Muhammad sebelum diseru sebagai Ahmad. Sebab (di langit) ar-Robb SWT telah memuji sosoknya jauh sebelum seluruh makhluk mengenalnya. Ia mengagul-agulkannya jauh sebelum manusia menyanjung-nyanjungnya. Engkau bakal menjumpai nama Ahmad pada kitab-kitab suci terdahulu. Sedang dalam al-Qur’anul Karim, termaktub nama Muhammad. Dialah yang terlayak menuai pujian-pujian. Dialah yang teragung diantara insan-insan yang layak dipuji.”

“Hanya untuknya, kelak maqam mahmud disingkap diiringi pujian-pujian. Tak pernah tersingkap untuk selain dirinya. Dengan maqam mahmud itu, Sang Kuasa senantiasa memujinya. Berbekal maqam mahmud itu, ia menjelma sebagai pemberi syafaat tertinggi. Bendera puja dan puji terajut hanya untuknya, seorang. Umatnya disebut-sebut sebagai al-Hamidun (Orang-orang yang gemar memuji) dalam kitab-kitab terdahulu. Dan tatkala kakeknya, Abdul Muthalib, menyematkan nama Muhammad, ia mengunjuk doa, “Aku berharap kelak seluruh penghuni langit dan bumi akan senantiasa memujinya.”

Tidak terpungkiri, Rasulullah SAW memang sempurna. Tiada celah untuk mencela, kecuali hati yang buta oleh kabut kemusyrikan. Begitu sempurnanya sang nabi. Hingga lisan mukminin tak lelah memadahkan puja dan puji, dari dulu hingga kini.

SHALAWAT

Puncak kekaguman Sang Pencipta terhadap mahakarya yang satu ini adalah salawat. Habib Ahmad mengurai, “Salawat Allah SWT kepada Nabi SAW adalah cucuran kebaikan-kebaikan, sifat-sifat luhur, karakter yang elok, nikmat-nikmat, penghargaan, penghormatan, dan anugerah-anugerah yang meruah. Sedang salam-Nya adalah penjagaan-Nya dari pelbagai aib dan mala, karunia yang berupa ketentraman, kesempurnaan, dan kemegahan. Sebentuk penghormatan yang indah dan penuh berkah dari-Nya.”

Mari kita bersalawat kepada Nabi SAW. Mari kita haturkan salam kepada Rasul SAW.

“Dalam sepenggal ayat, ar-Rahman ar-Rahim menfirmankan,

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Rasulullah SAW sendiri bersabda, “Manusia yang paling dekat denganku pada hari akhir adalah orang yang paling banyak bersalawat kepadaku.”

Sabda beliau yang lain menyebutkan, “Tidaklah seseorang bersalam kepadaku, kecuali Allah SWT pasti mengembalikan ruhku. Hingga aku pun bisa membalas salamnya.” Kata ruh dalam hadis ini bisa bermakna bicara, atau sesuatu hal yang berkenaan dengan “aktifitas” ruh. Sebab, senyatanya, ruh Beliau SAW senantiasa hidup.”

“Masih banyak lagi hadis-hadis nabawiy yang mengulas faedah salawat. Tercatat lebih dari 40 sahabat terkemuka yang meriwayatkan hadis ragam ini.”

Habib Ahmad meneruskan, “Dalam satu salawat, terpendam 40 faedah. Diantaranya; menghapus dosa-dosa, mengusir kesumpekan, menuntaskan cita-cita, memercik kabar gembira akan surga sebelum ajal tiba, membersihkan diri, menanggung keselamatan dari kecamuk hari kiamat, mengharumkan majelis-majelis, menafikan kefakiran dan sifat kikir, mengukuhkan langkah kala di atas sirath, mengenyahkan kekeringan, menabur berkah pada raga, umur, dan amal, memantik rahmat Allah dan rasa cinta dari nabi SAW, menghidupkan nurani, dan memancing hidayah ilahi.”

“Walhasil, faedah salawat tak terbilang, duniawi maupun ukhrawi. Tak terhitung, betapa sering Allah membukakan pintu hajat, melonggarkan keruwetan, dan melipatkan anugerah dengan salawat. Salawat adalah amalan istimewa dan penuh berkah. Ia adalah penjamin rasa aman dari murka Allah dan neraka-Nya. Ia adalah pelantar kesucian amal dan ketinggian derajat. Ia adalah perniagaan yang takkan pernah merugi.”

Alangkah istimewanya salawat. Hanya dengan sebaris kalimat itu, kita bisa meraup pahala-pahala semegah gunung. Tanpa terlalu berpayah-payah, kita bisa melampaui amalan-amalan umat terdahulu. Semua berkat salawat kepada sang Nabi SAW.

Akan tetapi, perlu dicatat, ada adab yang mesti diperhatikan dalam salawat. “Salawat adalah Zikir. Karena itu disyaratkan khusuk dan hudlur, serta takzim kepada Nabi SAW saat bersalawat. Dianjurkan pula menghadirkan zat Nabi SAW kala berdoa dalam salawat, dengan harapan agar curahan anugerah kepada beliau senantiasa lestari. Dengan adab inilah, segala faedah salawat niscaya tergapai. Bahkan bisa lebih dari itu. Salawat tak hanya berarti zikir, salawat juga bermakna doa, bahkan ia adalah esensi doa itu sendiri”

Begitu gamblang paparan Habib Ahmad bin Zein mengenai fadilah salawat di atas. Tunggu apa lagi, marilah kita-sedari sekarang- menggemari salawat, demi kita, demi keluarga, demi umat, dan demi pertiwi yang telah lama dirundung sedih ini….!

(dikutip dari forsansalaf.com)
support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP

Posted in ANAK SMP, Fadhilah Shalawat, Keutamaan Shalawat | 1 Comment

>Subhanallah! Makam Gus Dur Ambles, Jasad Masih Utuh..

>

Jombang (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur kota santri Jombang membuat makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang ambles. Yang lebih mengagetkan, jasad mantan presiden ke empat itu masih utuh. Kain kafan yang membungkus jasad Gus Dur masih utuh dan putih. (padahal sudah setahun lebih beliau wafat -*)

Zainul, salah satu petugas keamanan pondok mengatakan, amblesnya makam Gus Dur terjadi tiga hari lalu (pas libur maulid nabi-*). Saat itu pengunjung makam Gus Dur sedang tinggi-tingginya (sedang banyak-banyaknya-*). Sudah begitu, hujan deras terus mengguyur kawasan Tebuireng. AKibatnya, makam mantan Ketua PBNU tersebut ambles.

Praktis, kejadian itu membuat penghuni Tebuireng kalang kabut. Mereka beramai-ramai melihat kejadian aneh tersebut. Sebuah lubang akibat gerusan air menganga lebar sehingga menampakkan kain kafan pembungkus tubuh tokoh yang dikenal dengan berbagai anekdotnya ini. “Subhanallah, kain kafan Gus Dur masih utuh. Putih bersih seperti baru,” kata Zainul, Jumat (18/2/2011).

Dia menambahkan, kejadian itu pertama diketahui oleh pedagang asongan yang biasa menjual VCD tentang Gus Dur. Pedagang asongan itu bernama Waldi.“Namanya pak Waldi, ia melaporkan kejadian itu ke saya yang kebetulan sedang berjaga di pos utara (pos pintu keluar masuk para peziarah),” tambah Zainul.

Zainul menerangkan seketika ia berlari menuju areal makam. Dalam hitungan detik lubang di pusara Gus Dur ini pun segera ditutupi dengan pasir ala kadarnya. Baik penjaga dan pengurus pondok langsung membuat barisan blokade untuk menutupi lubang dipusara Gus Dur. Hal ini dimaksudkan agar peziarah tidak sampai mengambil gambar. Pasalnya, jasad Gus Dur yang sudah setahun lebih dimakamkan masih tetap utuh.

Hanya saja, kabar fenomena langka tersebut terkesan disembunyikan oleh pengurus pondok lainnya. Salah satunya M.Hasan, salah satu penjaga pos utama pondok pesantren Tebu ireng. Bapak kandung dari Zainul, penjaga yang kali pertama menerima laporan amblesnya makam Gus Dur ini menceritakan, dirinya juga ikut menutupi lubang dimakam Gus Dur tersebut.

Di bawah guyuran hujan itu dia mengaku bersama empat orang yang lain termasuk anaknya Zainul, melihat sesuatu yang ganjil. “Tapi saya gak berani cerita, itu bukan wewenang saya,” kilah Hasan.

Hingga saat ini di lokasi makam Gus Dur sudah diberi pembatas. Hal itu dilakukan agar pengunjung tidak menerobos masuk. Selain itu makam yang ambles tersebut sudah di tutup pasir. Bahkan, segunduk pasir masih tersedia disamping makam tersebut.

Jum’at, 18 Februari 2011 12:08:34 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Sumber:
http://www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2011-02-18/93241/Subhanallah!_Makam_Gus_Dur_Ambles,_Jasad_Masih_Utuh

support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP

Posted in Berita Gus Dur | Leave a comment

>Indonesia Kalah 1 – 3 Lawan Turkmenistan

>

Tim Kebanggan Kita kalah lawan Turkmenistan 1 – 3 dalam lanjutan leg pertama Pra Olimpiade. Tim Indonesia U-23 yang dikomandani Yongki Ariwibowo ini sempet unggul terlebih dahulu di menit ke 15 melalui sontekan Bonai yang memanfaatkan bola tendangan bebas dari Oktavianus Maniani. Dan Akhirnya menderita kekalahan setelah Tim Tamu Turkmenistan membalas 3 menit kemudian melalui kaki Arslanmyrat Amanov lewat Tendangan Bebasnya dan kemudian Bolliyan Aksamanov dan Vayt menit 80 dan 86.
Dengan Kekalahan ini peluang Tim Indonesia Kita ini menjadi berat karena di leg ke2 bertandang ke Turkmenistan pada 9 Maret Nanti.

Selengkapnya baca Di Detiksport

support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP

Posted in Berita Secuil, Berita SepakBola | 4 Comments

>SDN Tanjung Harja 2 Butuh Bantuan

>KRAMAT – SDN Tanjung Harja 02 kondisinya begitu memprihatinkan. Dinding dan lantai sekolah, mengalami kerusakan yang sangat parah. Lingkungan sekolah termasuk ruang kelas, terkesan kumuh dan kotor. Selama ini, pihak sekolah sudah berupaya mengambil langkah dengan mengajukan proposal bantuan kepada dinas terkait. Namun demikian, hingga kini belum mendapat respon positif.
Kepala SDN Tanjung Harja 02, Fatkhurozak, mengatakan, hampir setiap ruangan di sekolahnya, terutama dinding dan lantai sudah banyak yang ambrol. Upaya untuk meminimalisir kondisi tersebut, pihaknya kerap memperbaikinya sendiri. Anggaran yang digunakan, yakni melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Dengan menggunakan dana itu (BOS), kami tidak bisa maksimal. Hanya untuk menambal dinding yang sudah ambrol saja. Lantainya masih tetap rusak dan mengelupas. Bahkan sekarang, lantainya sudah bercampur dengan tanah dan terkesan kumuh,” katanya, kemarin.
Rozak mengaku, selama ini pihaknya tidak berani mengambil langkah dengan cara meminta iuran kepada orang tua siswa. Sebab, pihaknya khawatir akan menimbulkan asumsi di masyarakat yang miris. Untuk itu, Rozak hanya meminta kepada dinas terkait, agar rela memberikan bantuan perbaikan terhadap gedung sekolahnya itu.
“Kami hanya mengandalkan bantuan dari dinas saja. Andai kami meminta kepada orang tua siswa, itu perlu proses yang panjang. Belum tentu, orang tua siswa setuju semua. Karena mayoritas masyarakat disini, berprofesi sebagai petani,” pungkasnya.

Sumber : http://radartegalbreakingnews.com/index.php/2011/02/bangunan-sd-rusak-parah/

support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP

Posted in Berita Secuil, Berita Sekolah | Leave a comment

>Anak SMP Pembuat Virus ARTAV itu Bernama Arrival Dwi Sentosa

>

Arrival Dwi Sentosa adalah ANak Siswa SMP Negeri 48 Bandung yang menciptakan ARTAV Anti Virus. Bocah 13 tahun ini adalah Anak Kedua dari Pasangan Pak Herman Suherman dan Yenni Sofia.
Hebatnya ARTAV Anti Virus ini diciptakan hanya dalam waktu setahun dengan memakai komputer usang keluarganya. Sedang Nama ARTAV sendiri adalah singkatan dari ARrival Taufik Anti Virus.
support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP

Posted in ANAK SMP, Berita Secuil | 2 Comments